Pengejaran terhadap jaringan narkoba di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berakhir dramatis. Satu unit mobil yang dibawa oleh bandar sabu berakhir terbalik saat berupaya melarikan diri dari kejaran aparat kepolisian.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya transaksi sabu di Kampung Kencana Dusun Sei Kundur, Balai Jaya, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir.
“Tim Opsnal Subdit II langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan. Kami mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti sabu dengan berat kurang lebih 10 gram,” kata Kombes Putu, dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Kombes Putu menjelaskan awalnya, timnya menangkap tersangka F (44) di wilayah Rohil, pada Jumat (27/3). Dari tangannya, polisi menyita tiga plastik bening ukuran sedang dan satu plastik kecil berisi sabu, dua kotak putih berisi total 30 paket kecil sabu, satu unit mobil Toyota Fortuner BM-805-MR warna abu-abu metalik, satu unit telepon genggam, tas hitam, serta uang tunai Rp600 ribu.
Berdasarkan hasil interogasi, F mengaku memperoleh sabu tersebut dari HM (35). F mengaku mendapatkan upah Rp 14 juta setiap penjualan satu ons sabu.
Tim kemudian melakukan pengembangan untuk menangkap HM yang merupakan bandar narkoba. Saat hendak diamankan, HM berusaha melarikan diri menggunakan mobil hingga terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas.
“Dalam upaya pelarian tersebut, kendaraan yang digunakan tersangka terbalik sehingga yang bersangkutan berhasil kami amankan,” ujar Kombes Putu.
Dari HM, polisi menyita satu unit telepon genggam serta dana tunai Rp 56.476.000 yang tersimpan di rekening bank atas nama pihak lain. HM mengaku mendapatkan sabu dari seorang berinisial RD yang kini masih dalam penyelidikan, dengan keuntungan Rp18 juta untuk setiap penjualan satu ons.
Hasil pemeriksaan urine terhadap kedua tersangka menunjukkan positif mengandung methamphetamine. Kombes Putu menegaskan pihaknya masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika tersebut.
“Kami akan menelusuri hingga ke atas untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Riau,” pungkasnya.
Untuk lebih lengkapnya Klik Disini!!
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch