Sebelumnya, Luthfi telah mengimbau kepada seluruh masyarakat, instansi pemerintah, maupun swasta, agar melaksanakan tradisi halal bihalal tahun ini secara sederhana. Pasalnya, esensi halal bihalal adalah silaturahmi, saling memaafkan, serta berbagi rezeki untuk membantu beban saudara-saudara yang sedang terkena musibah seperti bencana alam dan lainnya.
“Jadi tidak ada open house, adanya penyantunan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kita, biar punya rasa kebahagiaan yang sama. Santunan ini kita berikan untuk kaum difabel, dhuafa dan yatim piatu,” kata Luthfi dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2026).
Didampingi oleh Sekda Jateng Sumarno dan seluruh kepala OPD Pemprov Jateng, Luthfi tak henti tersenyum lepas saat berhadapan dengan anak-anak panti dan komunitas difabel. Ia bahkan terlihat menggendong dua anak panti sekaligus dengan penuh kehangatan.
“Anak-anak panti kita undang ke sini, komunitas disabilitas juga kita undang untuk merayakan lebaran bersama, karena manusia dilahirkan sama di depan Allah SWT,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, Heksasari Ratna Dewi, berterima kasih kepada Luthfi yang telah memberi kesempatan kepada anak-anak di panti untuk bisa mengenal rumah dinas gubernur. Sebelumnya saat buka bersama di panti, Luthfi memang mengundang langsung anak-anak panti untuk merayakan Idulfitri bersama.
“Anak-anak senang sekali. Momen seperti ini sangat ditunggu anak-anak yang ada di panti. Tadi difasilitasi bus biro umum, dijemput jam 8 pagi setelah salat id. Semangat sekali anak-anak,” katanya.
Senada, Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Difabel, Hidayah mengatakan ebaran tahun ini berbeda karena baru kali ini gubernur mengundang kawan difabel ke Wisma Perdamaian untuk merayakan bersama.
“Terima kasih, sangat bangga, kami dari komunitas difabel dipanggil bapak. Bapak itu sangat perhatian dengan komunitas difabel di Jawa Tengah. Begitu bertemu sudah merasa sangat dekat dan akrab,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Ketua Baznas Jateng yang sekaligus Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji, jajaran direksi Bank Jateng, serta stakeholder lainnya. Walikota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Walikota Izwar Aminuddin beserta jajaran juga turut hadir untuk bersilaturahmi.
(ega/ega)
Untuk lebih lengkapnya Klik Disini!!
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.