Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang digelar pada Minggu (26/4/2026) di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, sukses mencuri perhatian publik.
Salah satu detail yang paling dinanti adalah besaran mahar, yang diberikan putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu untuk meminang sang kekasih.
Berdasarkan keterangan tamu undangan dan saksi di lokasi, El Rumi memberikan mahar berupa kombinasi mata uang asing dan logam mulia.
Politisi Fadel Muhammad dengan istrinya, Hana Shahab, yang merupakan salah satu tamu undangan yang hadir dalam prosesi akad tersebut, membocorkan rincian mahar yang diberikan El Rumi. Ia menyebutkan jumlah mahar berupa Pound Sterling yang diberikan berkaitan erat dengan angka tahun pernikahan mereka yang digelar pada 2026.
“Maharnya itu 2.026 Pound Sterling. Kemudian ada emas,” kata Hana Shahab saat ditemui usai prosesi akad di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/4/2026).
Adhyaksa Dault, yang bertindak sebagai saksi dari pihak mempelai wanita, juga memberikan konfirmasi mengenai penggunaan mata uang Pound Sterling tersebut.
Meski tidak mengingat detail rincian emas secara menyeluruh, mantan Menpora Itu memastikan prosesi penyebutan mahar berlangsung lancar di hadapan penghulu.
“Maharnya tadi uang Pound Sterling ya,” beber Adhyaksa Dault.
Prosesi akad nikah itu sendiri berlangsung sangat khidmat dengan balutan adat Jawa modifikasi. Selain mahar yang terbilang unik, pernikahan ini juga menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara sebagai saksi.
Syifa Hadju yang dinikahkan melalui wali hakim tampil memukau dengan riasan yang dipuji tamu undangan tampak cantik. Setelah prosesi akad, pasangan ini dijadwalkan menggelar resepsi mewah dengan tema internasional pada malam harinya.
Untuk lebih lengkapnya Klik Disini!!
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.